CINTAKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN

Cinta membuatku rapuh, lemah, dan terjebak di dalam kebingunganku sendiri. Kawan inilah kisahku bersamanya.

Saat itu aku semester 4 kuliah di UPH. Oh.. yah nama aku Yosua Talantan dan umurku 19 tahun.
Pada saat itu aku sangat mencintai dirinya..... dia itu adalah 3 huruf O..
Setiap kali aku melihatnya pasti hatiku berbunga-bunga, aku bertanya-tanya “Apakah ini yang dinamakan cinta?”.
 
Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan Yosua Talantan
Setelah aku mencoba untuk menembak dia, tetapi dia tidak memberikan respon yang positif bagi aku, aku terasa sakit seperti disayat-sayat dan ku tak mampuh menahan air mataku. Setiap hari aku menangis bersedih hati karena dia. Entah mengapa setiap aku ingin melupakannya hatiku terasa sakit sekali sehingga aku hanya bisa menangis.
Meski begitu aku masih mengharapkannya kata-kata itu keluar dari lubuk hatiku yang teramamat dalam. Ketika itu aku melihatnya bergandengan tangan dengan seseorang hatiku terasa sakit sekali akupun lari sambil menangis. Lius sahabatku mengejarku dan bertanya “Kamu kenapa Yos kok nangis?” Yosua sudah tidak mampu menyimpan persaanya dan dia pun bercerita tentang semua perasaannya ke 3 Huruf kepada Lius sahabatnya.

Di pagi hari aku berangkat ke kampus  dan tiba-tiba 3 Huruf memanggilku dan mengajakku untuk bareng. Entah mengapa aku merasa nyaman sekali berada didekatnya. Setelah masuk ke kelas semuanya terlihat sedih. Kami bingung dan 3 huruf bertanya kepada Lius “ius, ini ada apa?” Lius menjawab pertanyaan itu sambil menangis “Pacar kamu.... pacar kamu mengalami kecelakaan tadi malam dan sekarang meninggal. ” 3 huruf Kaget sekali mendengar berita itu dan tak kuasa menahan air matanya.

Pada saat itu persaanku campur aduk ada senang dan sedihnya, senang karena 3 huruf pasti akan membuka hatinya dan sedih karena kehilangan salah satu orang teman. Keesokan harinya 3 huruf yang biasanya ceria tapi juteknya minta ampun hari ini terlihat murung dan bersedih hati karena ditinggal pergi tuk selamanya oleh kekasih yang dicintainya. Aku menghapirinya dan berniat ingin menghiburnya “Hey... udah jangan berlarut dalam kesedihan biarkan dia bahagia di Surga. Kalau kamu sedih diapun tidak akan tenang di alam sana.” 3 huruf pun mulai tersenyum lagi dan menatap mataku dalam-dalam hal itu membuatku salting.

3 huruf mulai ceria lagi dan aku mulai mendekati 3 huruf dan bertanya “Apakah kamu... akan membuka hatimu untuk orang lain?” 3 huruf menjawab “Memang aku akan membuka hatiku untuk orang lain tapi bukan sekarang-sekarangan lihat saja nanti.”. “ 3 huruf sebenrnya kamu anggap aku itu sebagai apanya kamu?” tanyaku “Aku menganggap kamu sebagai sahabat terbaiku dan nggak lebih.” Saut 3 huruf ”Aku ithu sebenarnya suka sama kamu dari dulu tapi kenapa kau tak hiraukan aku??” tanyaku sambil berlinang air mata “Kamu dengerin aku itu anggap kamu sebagai sahabat terbaik dan nggak lebih dari itu aku tidak mencintaimu lebih baik kita bersahabat saja. ” jawab 3 huruf. Aku langsung pergi dan lari sambil berlinangan air mata karena hatiku terasa seperti disayat-sayat.

Ketika aku berlari aku menabrak Lius. Lius bertanya ”Kamu kenapa? ” jawabku sambil menangis “ Tadi aku nyatain perasaan aku ke 3 huruf dan dia menolaku dia menganggapku hanya sebagai sahabat terbaiknya saja dan nggak lebih dan dia tidak mencintaiku aku merasa sakit sakit sekali. ”


Kini aku sadar bahwa cintaku itu bertepuk sebelah tangan. Meski mereka membuat aku sakit hati tapi aku balas dengan senyuman. Inilah akhir dari kisah cintaku kepada 3 huruf O..